Kenali ciri-ciri Investasi Bodong

Dalam era teknologi yang semakin canggih ini minat masyarakat untuk berinvestasi mulai tumbuh dan juga semakin banyak pilihan instrumen Investasi, diantaranya Tabungan dan Deposito di Bank, Reksadana, Obligasi, Saham, Forex, Emas, Property dan lain-lain. Terkadang masyarakat suka bingung untuk penempatan Investasi mereka. Bagi yang baru akan mulai berinvestasi dikarenakan kurangnya informasi dan pengetahuan akan Investasi ini banyak dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk menarik keuntungan dengan cara ilegal.

Pada hakikatnya tujuan masyarakat dalam berinvestasi adalah untuk mendapatkan keuntungan. Namun saat ini banyak sekali penipuan berkedok Investasi, di masyarakat hai ini sering dinamakan Investasi Bodong. Kita jangan mudah percaya akan janji para Investor Bodong dimana mereka akan memberikan keuntungan yang sangat fantastis kepada kita. Para penyelenggara Investasi Bodong sengaja memberikan janji keuntungan yang sangat besar agar masyaratakat tergiur dan akhirnya mudah untuk ditipu. Maka dari itu ada baiknya sebelum kita berinvestasi, kita kenali dahulu beberapa ciri-ciri Investasi Bodong agar kita tidak tertipu dalam berinvestasi.

Ketua Umum Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi Ilegal, Tongam Lumban Tobing, menyatakan bahwa ada banyak ciri-ciri Investasi Bodong, salah satunya menjanjikan keuntungan yang sangat besar, misalnya Investasi Forex emas 7 hari dapat untung 30 persen, mana ada Investasi yang begitu.

Berikut adalah beberapa ciri-ciri Investasi Bodong :

  1. Selalu Mendesak untuk segera Bergabung

Dalam kesehariannya para Investor Bodong ini selalu memaksa calon anggotanya untuk segera bergabung. Contoh kalimat yang sering mereka gunakan adalah segera bergabung sekarang juga, tempat terbatas, ekslusif untuk anda dan lain-lain. Mereka sengaja memakai kata-kata tersebut untuk mendesak anda agar segera berinvestasi di tempat mereka.

2. Tingkat pengembalian yang tinggi dengan resiko yang rendah.

Perlu diingat bahwa setiap Investasi pasti memiliki resiko, dan harus kita pahami bahwa Investasi yang memberikan tingkat pengembalian tinggi pasti memiliki resiko yang tinggi juga, begitu pula sebaliknya. Kita harus waspada jika ada yang menawarkan Investasi dengan tingkat pengembalian yang tinggi namun resikonya rendah.

3. Memanfaatkan Nama Tokoh Masyarakat .

Kebanyakan Investasi Bodong mencatut nama para Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama ataupun Artis terkenal. Mereka sebenarnya memakai nama-nama tersebut bukan karena bagian dari mangemen Investasi Bodong tersebut, jadi mereka sama sekali tidak mengenal perusahaan itu. Hal ini sering dilakukan agar dapat lebih meyakinkan calon nasabahnya.

4. Legalitas Perusahaan yang tidak jelas.

Jika sebuah Perusahaan Investasi dalam menjalankan usahanya tidak memiliki izin yang lengkap seperti izin dari Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) maka patut dipertanyakan Legalitasnya apakah perusahaan ini resmi boleh beroperasi menurut undang-undang atau tidak.

5. Informasi Perusahaan yang tidak transparan.

Transparansi informasi Investasi akan model Investasi dan pengelolaan dana selalu dilakukan oleh perusahaan Investasi yang legal. Kebanyakan Perusahaan Investasi Ilegal tidak akan melakukan transparansi tersebut, biasanya jika ditanya akan hal diatas mereka akan memberikan jawaban yang berputar-putar.

Agar anda terhindar dari Investasi Bodong tersebut, ada beberapa tips yang harus dilakukan :

  1. Sebaiknya lakukan riset akan sistem Investasinya, pengalokasian dana, legalitas perusahaannya dan keuntungan yang akan didapat.
  2. Cek Perusahaan Investasi tersebut apakah legal atau tidak dengan mencarinya di website Otoritas Jasa Keuangan ( OJK )
  3. Tetap harus ingat setiap investasi selalu memiliki resiko. Makin tinggi tingkat pengembalian maka makin besar resikonya.
  4. Jika anda belum memiliki kemampuan berinvestasi sebaiknya anda banyak bertanya pada orang yang lebih mengerti.

Selamat berinvestasi dengan aman.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *