Perbedaan Investasi P2P dengan Saham

Saat ini banyak warga Indonesia yang sudah sadar akan pentingnya Investasi. Mereka berinvestasi pada berbagai macam instrumen seperti Saham, Properti, Asuransi, Peer To Peer Lending, Emas dan lain-lain.

Peer To Peer Lending

Investasi pada Peer To Peer Lending saat ini sedang digemari oleh masyarakat dan telah menjadi tranding di Indonesia. Investasi P2P Lending ini menjadi menarik dikarenakan tingkat pengembaliannya lebih besar dari suku bunga deposito dan jangka waktu pengembaliannya lebih pendek.

Saham

Saham adalah sebuah Surat Berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan Anda atas suatu perusahaan. Dengan membeli Saham berarti Anda telah memiliki hak kepemilikan atas suatu perusahaan. Maka dari itu, Anda berhak atas keuntungan perusahaan dalam bentuk Dividen yang dibagikan pada akhir tahun periode pembukuan perusahaan.

Kedua Instrument Investasi tersebut yaitu P2P dan Saham sama-sama tergolong High Risk Investment dan perlu diingat untuk High Risk Investment ini bersifat High Risk -High Return, dimana terdapat kelebihan dan kekurangannya.

Adapun persamaan dan perbedaan Investasi Saham dengan Investasi Peer To Peer Lending adalah sebagai berikut :

Persamaan Saham dan Peer To Peer Lending :

  1. Keduanya termasuk jenis High Risk Investment.
  2. High Risk – High Return.
  3. Dana Investasi tidak di tanggung oleh pemerintah.
Perbedaan Investasi Saham dengan P2P
Saham Peer to Peer Lending
1. Investasi Saham langsung di bursa, harus membeli Saham minimal 1 LOT / 500 Lembar Saham 1. Dengan Rp 100.000 anda sudah dapat berinvestasi pada Peer To Peer Lending, yaitu dengan memilih salah satu Platform P2P yang sudah terdaftar di OJK
2. Investor Saham dapat mempelajari dasar-dasar bisnis dan menggunakan alat screening ketika memilih saham. 2. Investor Peer To Peer Lending dapat memilih peminjam yang ingin mereka investasikan dimana para peminjam tersebut telah disaring oleh platform pinjaman P2P.
3. Dibutuhkan effort yang besar untuk memantau pergerakan saham karena tiap detik dapat berubah. 3. Tidak butuh effor besar karena anda akan menerima pembayaran tiap bulan beserta bunga yang telah di tetapkan.
4. Sebaiknya memiliki ilmu tentang Saham sebelum terjun langsung dalam berinvestasi saham. 4. Tidak perlu mempelajari suatu disiplin ilmu secara mendalam, karena secara konsep sangat mudah.
5. Kemungkinan menurunnya modal pokok sangat bisa. 5. Dalam P2P jika terjadi gagal bayar oleh si peminjam maka dana investasi tidak hilang hanya tingkat pengembaliannya akan tidak sesuai yang dijanjikan. 
6. Dengan berinvestasi di saham anda benar benar memiliki Bisnis. 6. Dengan berinvestasi pada P2P Lending anda memiliki koleksi Piutang.

Terakhir saya tidak bilang kalau Investasi Peer To Peer Lending ini lebih aman atau lebih baik dari Investasi Saham. Keputusan berinvestasi tetap ada ditangan Anda karena Anda sendiri yang dapat mengukur kesanggupan dalam menerima tingkat resiko. Well….. apakah Anda sudah dapat menentukan pilihan Investasi mana yang akan anda pilih ?

Selamat berinvestasi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *