Categories
Finansial

Beberapa hal yang dipersiapkan sebelum berinvestasi Reksa Dana

Di Indonesia sangat banyak pilihan Investasi saat ini, dimana Deposito dan Tabungan merupakan Investasi produk bank. Kedua Investasi ini dapat dikatakan menjadi pilihan Investasi paling populer di masyarakat, hal ini dikarenakan aman dan risiko investasi sangat rendah dan juga dana yang tersimpan di perbankan mendapatkan jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Total dana yang dijamin oleh LPS per orang dalam satu bank adalah Rp 2 Milyar.

Dibandingkan Tabungan dan Deposito di bank, Investasi Reksa Dana lebih menarik dalam memberikan Return ( keuntungan hasil Investasi ) dan memiliki resiko yang rendah dibandingkan Investasi Saham namun Investasi ini tidak dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan ( LPS )

Sebelum berinvestasi Reksa Dana ada baiknya kita memahami beberapa hal agar Investasi anda berkembang dengan maksimal.

1.Reksa Dana itu mudah.

Investasi Reksa Dana terbilang mudah karena bagi anda yang tidak memiliki banyak pengetahuan terkait kegiatan Investasi dan tidak memiliki banyak waktu untuk memilah milah akan ditempatkan dimana dana anda, maka sangat cocok untuk memilih Investasi Reksa Dana, hal ini dikarenakan semua kegiatan pengelolaan akan di tangani oleh Manager Investasi dimana mereka memiliki keahlian dibidang tersebut.

2. Pengelolaan dana oleh Manager Investasi.

Reksa Dana merupakan produk Investasi yang dikelola oleh Manager Investasi bersama Bank Kustodian. Manager Investasi harus memiliki izin usaha dari Otorits Jasa Keuangan dan harus memiliki keahlian dalam Investasi, akan menempatkan dana-dana tersebut dalam portofolio efek seperti Sertifikat Bank Indonesia, Obligasi, Saham. Sedangkan Bank Kustodian bertugas bertanggung jawab menyimpan dan menyelesaikan transaksi administrasi kegiatan Reksa Dana tersebut.

3. Landasan Hukum dari Reksa Dana adalah UU No. 8 Tahun 1995.

Reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat yang selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

4. Investasi Reksa Dana bisa dimulai dengan modal Rp 10.000.

Untuk memulai Investasi ini sangat berbeda dengan Obligasi dan Deposito, dimana Investasi Reksa Dana dapat dilakukan dengan dana Rp 10.000 sedangkan untuk Obligasi dan Deposito pada umumnya membutuhkan jumlah dana yang besar.

5. Reksa Dana bisa dibeli atau dijual secara Online.

Anda bisa membeli Reksa Dana secara Online di Fintech atau e-Commerce atau dapat membeli langsung di Manager Investasi, Agen yang terdaftar Agen Penjual Reksa Dana atau Bank-bank yang telah bekerja sama menjual Reksa Dana.

6. Kapan saja bisa beli Reksa Dana

Investasi Reksa Dana dapat dibeli kapan saja, saat anda memiliki rezeki lebih anda bisa langsung membelinya, jadi tidak perlu waktu yang pasti dan rutin untuk membelinya.

7. Perkembangan Reksa Dana

Pertumbuhan Reksa Dana sangat signifikan berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan, hal ini terlihat dari peningkatan total dana kelolaan Reksa Dana. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di proyeksikan positif maka Investasi Reksa Dana bisa menjadi pilihan yang baik. Namun perlu di ingat dan dipahami sekalipun mengalami pertumbuhan positif investasi ini tetap ada resikonya karena perkembangan pasar yang fluktuatif.

8. Tidak dijamin resiko.

Seperti Investasi lainnya pasti memiliki resiko. Reksa Dana tidak dijamin resikonya oleh LPS. Berbeda dengan Deposito dan Tabungan dimana resikonya di tanggung oleh Lembaga Penjamin Simpanan.

9. Jenis Reksa Dana

  • Reksa Dana Pasar Uang.
  • Reksa Dana Pendapatan Tetap.
  • Reksa Dana campuran.
  • Reksa Dana Saham.

10. Tolak ukur Reksa Dana

Nilai Aktiva Bersih ( NAB )yang menjadi tolak ukur Reksa Dana. NAB merupakan harga protofolio yang telah dikuranig biaya-biaya operasional dan dibagi dengan jumlah Unit Penyertaan.

11, Resiko Investasi Reksa Dana

  • Tidak ada jaminan keuntungan
  • Resiko efek yang mungkin terjadi akibat kinerja perusahaan atau hal lainnya.
  • Resiko likuiditas yang mungkin menurunkan nilai investasi.
  • Resiko terhadap terjadinya inflasi.
  • Resiko terhadapa kinerja Manager Investasi yang menangani Reksa Dana tersebut.

12. Cara memulai membeli Reksa Dana

Anda dapat memulai dengan mengakses fasilitas Investasi Reksa Dana secara Online. Selain itu anda juga dapat membeli Reksa Dana di bank-bank yang telah menjual Reksa Dana.

Sebelum anda berinvestasi anda harus tentukan tujuan anda dalam berinvestasi, tujuan keuangan yang ingin di dicapai dan bagaimana anda dapat menggunakan Reksa Dana ini untuk mewujudkan tujuan anda di masa yang akan datang. Setelah anda pahami semua anda dapat menentukan Reksa Dana apa yang cocok sesuai tujuan Investasi jangka pendek, menegah dan panjang agar mendapat keuntungan yang maksimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *